Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Indonesia dan China Perkuat Konservasi Warisan Maritim Bawah Laut

Indonesia dan China perkuat kerja sama konservasi warisan maritim bawah laut (BMKT). Kolaborasi ini didorong banyaknya temuan artefak

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan ke China dalam rangka penguatan kerja sama konservasi warisan maritim bawah laut belum lama ini. (Foto: KKP)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan ke China dalam rangka penguatan kerja sama konservasi warisan maritim bawah laut belum lama ini. (Foto: KKP)
A A

, JAKARTA - Indonesia dan China terus memperkuat kerja sama di bidang maritim, di antaranya dalam pengelolaan () dan pemanfaatan teknologi inovatif untuk konservasi .

Penguatan kerja sama ini dilakukan melalui kunjungan sejumlah delegasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) belum lama ini ke berbagai proyek arkeologi bawah air di Yangjiang (Guangdong), Shanghai, dan Sanya (Hainan).

Kunjungan ini meninjau situs-situs penting seperti Nanhai No. I dan Kapal Kuno Muara Sungai Yangtze No. II, yang menjadi bukti kemajuan penelitian bawah air China.

Baca Juga : KTT D-8 Summit Kairo, Prabowo Dorong Kolaborasi Sumber Daya Maritim

"Kolaborasi ini adalah momentum penting untuk memperkuat Indonesia, menjaga warisan maritim dunia, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir," ujar Direktur Sumber Daya Kelautan Frista Yorhanita dalam pernyataan resminya baru-baru ini.

Menurut , sebagian besar di perairan Indonesia berasal dari China, yang sekitar 90 persen di antaranya berupa artefak keramik. Hal ini menjadi bukti historis kuat bahwa kedua bangsa telah menjalin hubungan dagang maritim berabad-abad lamanya. Temuan-temuan tersebut juga menunjukkan potensi besar untuk riset bersama dan penguatan diplomasi maritim berbasis ilmu pengetahuan.

Baca Juga : PIS Dinilai jadi Penggerak Industri Maritim Indonesia

Frista menambahkan bahwa kolaborasi Indonesia dan China dalam pengelolaan BMKT tidak hanya memperkuat aspek sejarah dan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Kerja sama dengan China dapat dikembangkan dengan pemanfaatan BMKT in-situ, pendidikan ekologi kelautan, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.

Rombongan KKP juga menghadiri konferensi Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DDSTIC), serta Forum Arkeologi dan /tag/warisan-maritim-bawah-laut" class="article-tag-link" rel="tag">Warisan Maritim Bawah Laut (Underwater Archaeology and Marine Heritage Forum) di Sanya, Hainan, yang berlangsung pekan lalu.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru