Hadiri Milad ke-109, Wali Kota Medan Puji Kemandirian dan Kekuatan Gerakan Perempuan Aisyiyah Kota Medan
Rico Waas memuji kemandirian dan kekuatan gerakan perempuan Aisyiyah Kota Medan saat peringatan Milad ke-109 dan Gebyar Muktamar Muhammadiyah.
Nusantaraterkini.co, MEDAN-Perayaan Milad ke-109 Aisyiyah yang dirangkaikan dengan Gebyar Muktamar Muhammadiyah bukan sekadar seremonial biasa. Di balik kemeriahannya, terselip pesan kuat tentang kemandirian, kekuatan serta pergerakan perempuan yang tak terbendung.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri langsung Milad ke-109 Aisyiyah Kota Medan sekaligus Gebyar Muktamar Muhammadiyah, bertempat di jalan Air Bersih, Minggu (14/6/2026).
Di depan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan beserta para tokoh dan pengurus Aisyiyah yang hadir dalam acara tersebut, Rico Waas mengaku kagum dengan Ibu-Ibu Aisyiyah. Bagaimana tidak, Aisyiyah merupakan organisasi yang mandiri dan kuat, bahkan mampu membeli tanah secara kolektif senilai Rp1,7 Miliar untuk pembangunan Gedung Dakwah.
"Alhamdulillah, Aisyiyah ini adalah organisasi paling mandiri yang saya lihat di Kota Medan," puji Rico Waas.
Di era modern saat ini, bilang Rico Waas, sebuah organisasi atau komunitas akan memiliki posisi yang kuat dan dihormati jika mampu berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Kemandirian Aisyiyah adalah contoh positif bagi organisasi lain. Sehingga tidak heran jika kekuatan basis massa Aisyiyah di Medan dinilai sangat solid, bahkan mencakup hingga 30 cabang di 21 kecamatan se-Kota Medan.
"Saya melihat Aisyiyah memiliki kapasitas manajerial dan kepemimpinan yang luar biasa jika diberi ruang. Gerakan dakwah dan sosial tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya determinasi, kedisiplinan, dan ketulusan dari kaum perempuan," ujar Rico Waas.
Diakhir sambutan, Rico Waas mengucapkan selamat milad Aisyiyah ke -109. "Kami berharap Aisyiyah bisa semakin maju dan sukses. Dan kami akan selalu siap bersinergi," harapnya.
Sementara itu Menko Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan kembali akar sejarah berdirinya NKRI yang tidak lepas dari keringat tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kahar Muzakir, hingga Kasman Singodimedjo dalam merumuskan Pancasila dan UUD 1945.
Menurut Zulkifli Hasan, kekuasaan dan jabatan yang dipegang oleh para pemimpin hari ini adalah buah dari perjuangan para pendahulu.
"Menghargai dan mendukung gerakan Aisyiyah/Muhammadiyah bukan sekadar urusan politik elektoral, melainkan sebuah kewajiban moral dan bentuk balas budi negara terhadap organisasi yang ikut melahirkan Republik Indonesia," tambahnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSKejagung Periksa 2 Pegawai Kementerian ESDM dalam Kasus Dugaan Ekspor Ilegal 390 Ton LTJ
hendra·3 menit yang lalu -
NEWSPetugas Potong Pohon Terjatuh di Lapangan Merdeka Binjai, Tangan Patah dan Kepala Luka
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Pencurian Sparepart Mobil di PN Medan, Saksi Beberkan Kronologi Penangkapan
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIPemkab Pasbar Dukung Penguatan Kampung Bebas Narkoba di Nagari Ophir
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·11 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan