Dicopet di Cikarang, Lansia Ini Jalan Kaki 14 Hari Demi Pulang Kampung, Kisahnya Bikin Haru
Lansia asal Cikarang berjalan kaki 14 hari usai dicopet demi mudik ke Kebumen. Kisah haru ini berakhir bahagia berkat bantuan polisi.
Nusantaraterkini.co, BEKASI – Perjalanan mudik penuh haru dialami Saeful Tony (63), seorang lansia yang rela berjalan kaki selama 14 hari demi bisa kembali ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.
Saeful, yang bekerja di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, harus menghadapi nasib pahit saat hendak pulang kampung. Ia menjadi korban pencopetan di sekitar Terminal Pasar Cikarang. Dompet berisi uang perjalanan dan telepon genggam miliknya raib tanpa jejak.
Dalam kondisi tanpa uang dan tanpa alat komunikasi, Saeful tidak memiliki pilihan selain melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Tekadnya untuk bertemu sang bibi—satu-satunya keluarga yang masih dimiliki setelah kehilangan istri dan anak—menjadi kekuatan utama yang membuatnya terus melangkah.
Selama dua pekan perjalanan, Saeful menyusuri jalur Pantura hingga ke wilayah selatan Pulau Jawa. Ia bertahan hidup dari bantuan warga yang tergerak hatinya.
“Kalau malam saya istirahat di masjid. Alhamdulillah selalu ada saja yang memberi makan,” tuturnya saat ditemui di Terminal Tipe A Kota Banjar, Rabu (18/3/2026).
Perjalanan panjang itu akhirnya terhenti di wilayah Karang Kamulyan, Ciamis. Kondisi Saeful yang terlihat lemah dan kebingungan menarik perhatian seorang anggota polisi yang tengah berjaga.
Adalah Aipda Agus Narto dari Propam Polres Ciamis yang kemudian menghampiri dan mendengarkan kisah Saeful. Tersentuh oleh perjuangan sang lansia, Agus langsung memberikan bantuan.
Tak hanya memberi semangat, ia juga membiayai perjalanan Saeful hingga ke tujuan.
“Beliau terlihat kebingungan. Setelah saya tanya, ternyata sudah berjalan kaki selama dua minggu dari Cikarang. Sudah seharusnya kita saling membantu, apalagi di momen mudik seperti ini,” ujar Agus.
Saeful kemudian diantar ke Terminal Banjar, dibelikan tiket bus menuju Kebumen, serta diberi bekal uang agar bisa melanjutkan perjalanan dengan aman.
Berkat bantuan tersebut, Saeful akhirnya dapat memastikan diri untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman bersama keluarga, tanpa harus melanjutkan perjalanan beratnya dengan berjalan kaki.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesulitan, masih banyak kepedulian dan kebaikan yang hadir dari sesama.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NEWSVideo WBP Diduga Pesta Sabu Viral, Lapas Tebingtinggi Dirazia: Tim Gabungan Temukan Sajam Hingga Handphone
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELMenko Pangan Tinjau Pembakaran Perdana PSEL Palembang, Sampah Keramasan Mulai Diolah Jadi Listrik
hendra·2 jam yang lalu -
-
NASIONALTrump dan Xi Redakan Ketegangan, Dunia Menatap Babak Baru Hubungan AS-Tiongkok
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSSurat Advokat Jadi Objek Perkara Pidana, Hasrul Benny: Ini Kriminalisasi Produk Advokat
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Gagalkan Pengiriman 296 Cartridge Etomidate dari Malaysia ke Medan, Nilainya Rp888 Juta
hendra·4 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaster Mewah Lapas Cibinong Diusut, Menteri Imipas Siapkan Sanksi hingga Pencopotan
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALBea Cukai Gagalkan Peredaran 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal di Kutai Kartanegara
hendra·5 jam yang lalu -
NEWS287,2 Ton Jagung Berhasil Dikirim Polres Binjai ke Bulog Medan Sejak Program Ketahanan Pangan Polri Diluncurkan
hendra·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan