Cerita Sri Mulyani dan Sjafrie Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunker ke Papua
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nduga, Papua
nusantaraterkini.co, NDUGA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan yang merupakan daerah rawan konflik.
Kunker itu dilakukannya pada Sabtu (7/6/2025). Keduanya pun mengenakan rompi anti peluru saat meninjau kondisi para prajurit TNI.
"Meninjau langsung Pos Komando Taktis Yonif 733/Masariku. Mendapat paparan Letjen TNI Bambang Trisnohadi - Panglima Komandan Gabungan Wilayah Pertahanan III dan berdialog langsung dengan prajurit yang bertugas di daerah rawan konflik," kata Sri Mulyani dalam unggahan di Instagram resminya, dilansir detik, Senin (9/6/2025).
Sri Mulyani juga bertemu dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para guru yang bertugas di Kabupaten Nduga.
Sri Mulyani mengatakan, kolaborasi antara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sangat penting. Apalagi mengingat situasi dunia dan geopolitik semakin tegang, dinamis dan penuh persaingan antarnegara.
"Menjaga dan terus membangun, serta memajukan Indonesia yang adil dan makmur memerlukan pertahanan dan keuangan negara yang kolaboratif, kuat, sehat dan berkelanjutan (sustainable)," jelas Sri Mulyani.
Rombongan dua menteri itu mengawali kegiatan mereka di Bandara Timika, Papua Tengah kemudian dilanjutkan ke Bandara Kenyam dan langsung menuju Pos Komando Taktis (Poskotis) Yonif 733/Masariku, meninjau situasi dan kondisi di lapangan di wilayah tersebut.
Kunjungan itu merupakan kunjungan yang pertama Sri Mulyani ke daerah rawan konflik di Nduga, Papua. Poskotis Yonif 733/Masariku juga merupakan salah satu wilayah yang rawan konflik.
Sehingga Sri Mulyani maupun Sjafrie saat kunker mengecek perlengkapan para prajurit untuk bertugas, mengenakan rompi anti peluru. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang menjelaskan penggunaan rompi anti peluru itu untuk keamanan.
"Kedua menteri bersama delegasi dari Kemenhan dan Kemenkeu mengenakan rompi anti peluru karena memang daerah tersebut termasuk daerah berisiko tinggi di Papua," katanya dalam keterangan tertulis.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANPemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp-AI
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
SEPAKBOLALiga 2: Sumsel United Raih Poin Penuh di Kandang Persiraja Banda Aceh 2-1
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut dan DPR RI Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji 2027
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KESEHATANMuara Enim Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi JKN Kemenkes
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
NASIONALWamenaker: Pelindungan Peserta Pemagangan Luar Negeri Jadi Prioritas
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIMRP Minta Dukungan DPD Percepat Pembentukan Provinsi Papua Utara
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
EKONOMIEkspor Naik, Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$731 Juta
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan