Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bruno Mars Rilis Album Solo 'The Romantic', Usung Nuansa Nostalgia Philly Soul dan Quiet Storm

Bruno Mars rilis album "The Romantic" dengan 9 lagu bernuansa nostalgia soul setelah 10 tahun penantian fans

Kolase foto Bruno Mars dan cover album The Romantic. (Foto: dok Instagram/@brunomars)
Kolase foto Bruno Mars dan cover album The Romantic. (Foto: dok Instagram/@brunomars)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Setelah menghebohkan jagad maya dengan membawakan lagu Smells Like Teens Spirit milik Nirvana, musisi kembali menarik perhatian usai merilis album solo terbarunya berjudul "" usai sepuluh tahun peluncuran "24k Magic" pada 2016.

Melansir Instagram brunomars, Sabtu (28/2/2026), album tersebut berisi sembilan lagu yang mengusung elemen musik nostalgia (throwback) dari era Philly soul dan quiet storm. 

Sementara itu, menurut laporan Pitchfork, lagu dalam album "The Romantic" berjudul "" turun bersamaan dengan video musik yang disutradarai oleh Mars dan Daniel Ramos. Bruno Mars membuka lagu tersebut dengan iringan terompet ala mariachi dan petikan gitar akustik.

Ia menyanyikan lirik tentang kesediaan untuk berkorban demi pasangan melalui kalimat, "Aku akan berlari melewati api, hanya untuk berada di sisimu" (I would run through a fire, just to be by your side).

Lagu kedua berjudul "Something Serious". menggabungkan gaya musik Latin dari lagu "Low Rider" milik War dan "Oye Como Va" milik Santana. Aransemen lagu itu menggunakan instrumen lonceng sapi (cowbell) dan tiupan saksofon (horns) yang pendek.

Lagu ketiga berjudul "I Just Might". Lagu itu sudah dirilis sebagai singel pada Januari lalu. Lagu tersebut menempati peringkat satu pada tangga lagu saat pertama kali dirilis.

Lagu keempat berjudul "On My Soul". Aransemen lagu itu terdapat pola seperti musik Curtis Mayfield dalam lagu "Move on Up".

Bruno Mars menggunakan irama drum cepat, perkusi bongo, dan suara terompet. Terdapat bagian jeda (breakdown) di mana Mars dan grup pengiringnya menerapkan gaya doo-wop yang menjadikan suaranya sebagai instrumen musik.

Lagu kelima berjudul "Cha Cha Cha". Lagu itu mengingatkan pada referensi musik Philly soul dari lagu "Back Stabbers" milik The O’Jays.

Bruno Mars menyertakan jeda dramatis dan suara geraman grup (full-band grunt) sebelum masuk ke bagian reff. Lagu itu juga memperdengarkan teknik vokal ala musisi Juvenile dan berakhir dengan irama musik disko.

Lagu keenam berjudul "Why You Wanna Fight". Aransemen musiknya mengingatkan pada lagu "Leave the Door Open" dengan penggunaan instrumen silofon.

Namun, lagu itu memiliki ciri khas permainan gitar bagian awal serta suara gitar yang meliuk seperti lagu "I’m Going Down" milik Rose Royce.

Lagu ketujuh berjudul "God Was Showing Off". Lagu itu memiliki irama yang terinspirasi dari lagu "Soulful Strut".

Bruno Mars membawakan lirik tentang pujian kepada pasangan dengan iringan musik sweet soul.

Lagu kedelapan berjudul "Nothing Left". Ini merupakan lagu bertema perpisahan dalam album "". Aransemen lagu itu berada di antara musik balada yang sederhana dan musik balada yang megah (power ballad).

Lagu kesembilan atau penutup berjudul "Dance With Me". Lagu itu menonjolkan harmoni vokal dan iringan alat musik dawai (strings).

(*/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru