Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bocah 7 Tahun di Palembang Jadi Saksi Kunci Usai Lihat Pelaku yang Bunuh Ibu dan Kakak Perempuannya

G, bocah laki-laki berusia 7 tahun menjadi saksi kunci pembunuhan ibunya, Wasilah (40) dan kakak perempuannya, FR (16).

Prosesi pemakaman ibu dan anak korban pembunuhan yang berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Puncak Sekuning, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (16/4/2024).(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)
Prosesi pemakaman ibu dan anak korban pembunuhan yang berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Puncak Sekuning, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (16/4/2024).(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)
A A

Nusantaraterkini.co, - G, laki-laki berusia 7 tahun menjadi pembunuhan ibunya, Wasilah (40) dan kakak perempuannya, FR (16).

Polisi menyebut anak bungsu Wasilah melihah penbunuhan ibu dan kakaknya. Wasilah dan anaknya, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di rumah mereka di Jalan Macan Lindungan, RT 03, RW 03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, .

Wasilah ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi kepala tertancap besi di dalam kamarnya. Sedangkan, FR tewas di garasi rumah.

"Anak korban yang laki-laki sempat kontak (dengan ), anak tersebut sempat melihat perawakan pelaku," ungkap Kapolrestabes , Kombes Pol Harryo Sugihhartono, dikutip dari Kompas.com, Senin (15/4/2024).

Dari keterangan G, pelaku hanya satu orang dan pembunuhan dilakukan seorang diri.

"Anaknya tidak mengenali (pelaku)," ujarnya.

Kombes Haryo mengungkap pihaknya sudah menemukan CCTV di rumah korban, namun tidak berfungsi dengan baik.

"Sehingga kami kesulitan mendapat rekaman kejadian, namun kami tetap akan melakukan yang terbaik," terangnya.

Menurut keterangan G, pelaku berbadan tinggi dan kurus. Namun 7 tahun itu mengaku tak kenal dengan pelaku.

"Pelaku saat melakukan aksinya sendirian, dengan ciri berbadan tinggi, bertubuh kurus, saat kejadian memakai celana panjang dan baju hitam putih," kata anak bungsu korban kepada polisi.

G yang menjadi mengalami trauma sehingga mendapat pengawasan polisi.  Masih dari keterangan G, pelaku menganiaya sang ibu dengan menggunakan senjata tajam jenis belencong yang terbuat dari besi.

"Pelaku itu ambil di depan garasi mobil bagian depan rumah," katanya kembali. Karena panik, G hanya bisa melihat dan tak bisa berbuat apa-apa.

"Pelaku itu keluar dari pintu depan. Dan setelah kejadian saya menunggu ayah pulang," ujar anak bungsu korban kepada polisi.

Pelaku pembunuhan ibu dan anak di Macan Lindungan, Palembang itu meninggalkan bukti senjata tajam yang berlumuran darah di lokasi kejadian.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono mengatakan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa pengki besi dan pisau bersimbah darah yang digunakan pelaku untuk membunuh korban.

"Barang bukti yang diamamkan berupa pengki (sejenis sekop) ya masih menempel di kepala korban. Ada juga pisau dapur yang notabene digunakan oleh tersangka ditemukan di dapur penuh dengan darah," ujar dia.

Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi menyimpulkan sementara bahwa ibu dan anak yang tewas tersebut bukanlah korban perampokan.

Kesimpulan itu berdasarkan keterangan sang suami yang menyebut barang-barang berharga di dalam rumah tidak ada yang hilang.

"Jadi dapat disimpulkan ini bukan perampokan, motifnya masih kami dalami, apakah dendam sakit hati atau yang lain," ujar Harryo. (rsy/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru