Bahaya AI dengan Nuklir Menurut Salah Satu Orang Terkaya Dunia
Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia, kembali mengeluarkan pernyataan terkait bahayanya kecerdasan buatan (AI).
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia, kembali mengeluarkan pernyataan terkait bahayanya kecerdasan buatan (AI).
Menurut orang yang kekayaannya menyentuh USD 132,86 miliar atau sekitar Rp 2.068 triliun per 5 Maret 2024 tersebut, bahaya dari AI sebanding dengan bahaya dari senjata nuklir.
Hal ini dikatakannya saat melakukan pertemuan tahunan dengan pemegang saham di Berkshire Hathaway.
"Kita melepaskan jin dari botol saat kita mengembangkan senjata nuklir. Jin tersebut melakukan hal buruk akhir-akhir ini. Kekuatannya membuat saya takut. AI kurang lebih sama. Kita mungkin berharap tak pernah melihat jin itu," kata Buffett.
Salah satu bahaya dari AI menurut Buffett adalah penggunannya untuk penipuan, terutama lewat generative AI (genAI). Seperti diketahui, genAI banyak dipakai untuk melakukan penipuan, misalnya membuat rekaman suara palsu yang suaranya menyerupai target, dan dipakai untuk banyak hal. Dari mulai meminta uang, menyebarkan hoax, sampai aksi balas dendam.
Bahkan Presiden AS Joe Biden berencana melarang penggunaan AI untuk impersonasi suara, demikian dikutip dari Techspot, Rabu (8/5/2024).
"Penipuan selalu menjadi bagian dari warga Amerika. Jika saya tertarik untuk berinvestasi di penipuan, ini akan menjadi pertumbuhan industri terbesar sepanjang sejarah dan ini bisa terjadi, salah satunya, karena AI," kata Buffett.
Buffett sendiri pernah menjadi korban penipuan, karena wajah dan suaranya dipakai dalam video deepfake untuk meminta uang.
Namun ia tak menampik fakta bahwa AI tentu punya kegunaan yang positif, dan ia pun mengakui kalau ia bukanlah seorang ahli AI. "Ini bukan berarti saya menolak kehadiran atau pentingnya (AI) atau apapun itu," jelas Buffett.
Ia pun menyebut potensi AI untuk keperluan positif sama besarnya dengan potensi untuk penggunaan yang negatif. "Saya hanya tidak tahu bagaimana ke depannya," jelas CEO Berkshire Hathaway itu.
Sebagai informasi, Buffett juga sosok yang tampaknya tidak terlalu menyukai teknologi. Ia pernah mengaku tak mau mengeluarkan uang sepeserpun untuk membeli Bitcoin, sekalipun harganya sangat murah. Bitcoin pernah disebutnya sebagai "racun tikus".
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
PENDIDIKANFirli Bahuri Raih Gelar Doktor Hukum dengan IPK 4,0 dan Predikat Summa Cum Laude
Rozie Winata·54 menit yang lalu -
SUMSELBrigjen Rony Samtana Resmi Jadi Kapolda Sumsel, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSCamat Padangsidimpuan Utara Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran, Donatur dan Relawan Turut Bergerak
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALDPD RI Dorong RUU Daerah Kepulauan untuk Konektivitas dan Hak Masyarakat Adat
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALRevisi UU LLAJ Dinilai Mendesak, ODOL hingga Transportasi Online Jadi Sorotan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSBrigjen Tubagus Ami Prindani Jadi Kadensus 88, Ini Rekam Jejak Kariernya
hendra·2 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOKeracunan MBG di Muba, Gubernur Sumsel Minta Perketat Higienitas dan Jamin Pengobatan Gratis Siswa
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
NEWSSoroti Jalan Rusak, LMND SUMUT dan EK-LMND SE-SUMUT Akan Geruduk Pemko Binjai: Desak Perbaikan Secepatnya
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan