Ablasi Retina: Gejala Awal hingga Kebiasaan Sepele yang Bisa Picu Kebutaan Mendadak
Ablasi retina bisa sebabkan kebutaan mendadak. Kenali gejala, penyebab, dan kebiasaan yang memicu agar bisa dicegah sejak dini.
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Ablasi retina merupakan kondisi serius ketika lapisan retina di dalam mata terlepas dari jaringan pendukungnya. Retina sendiri berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak untuk menghasilkan penglihatan. Ketika lapisan ini terlepas, fungsi penglihatan dapat terganggu secara signifikan.
Jika tidak segera ditangani, ablasi retina berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan permanen bahkan kebutaan.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Menariknya, ablasi retina umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, tanda-tandanya sering muncul sebelum kondisi memburuk, di antaranya:
Munculnya bintik hitam atau bayangan melayang (floaters)
Kilatan cahaya di satu atau kedua mata
Penglihatan tiba-tiba menjadi kabur
Seperti ada tirai gelap yang menutupi sebagian pandangan
Gejala-gejala ini merupakan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan. Penanganan cepat sangat menentukan keberhasilan pemulihan.
Penyebab dan Faktor Risiko
Ablasi retina dapat dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:
Penyusutan cairan vitreus di dalam bola mata
Komplikasi penyakit diabetes
Cedera atau peradangan pada mata
Risiko kondisi ini meningkat pada orang yang berusia di atas 50 tahun, memiliki riwayat rabun jauh (miopia), pernah mengalami cedera mata, atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
Jenis dan Mekanisme Terjadinya
Secara umum, ablasi retina dapat terjadi karena:
Robekan retina akibat proses penuaan yang menyebabkan cairan vitreus menarik retina
Tarikan jaringan parut yang sering terjadi pada penderita diabetes
Penumpukan cairan di bawah retina akibat peradangan atau benturan
Diagnosis dan Pemeriksaan
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan mata menggunakan alat khusus seperti oftalmoskop. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan tambahan seperti USG mata juga diperlukan untuk melihat kondisi retina secara lebih detail.
Penanganan Ablasi Retina
Penanganan tergantung pada tingkat keparahan kondisi:
Laser atau kriopeksi digunakan jika retina belum terlepas sepenuhnya
Operasi menjadi pilihan utama jika retina sudah terlepas, seperti:
Scleral buckling
Vitrektomi
Pneumatic retinopeksi
Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang penglihatan dapat diselamatkan.
Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Ablasi Retina
Tanpa disadari, beberapa kebiasaan berikut dapat meningkatkan risiko ablasi retina:
Membaca di tempat gelap yang memicu rabun jauh
Terlalu lama menggunakan gadget tanpa jeda
Aktivitas dengan risiko benturan pada mata tanpa pelindung
Tidak mengontrol diabetes dengan baik
Kebiasaan tersebut dapat memperburuk kondisi mata dan meningkatkan risiko kerusakan retina.
Pentingnya Deteksi Dini
Ablasi retina memang tergolong jarang, tetapi dampaknya sangat serius. Pemeriksaan mata secara rutin dan kesadaran terhadap gejala awal menjadi kunci utama pencegahan kebutaan.
Jika mengalami tanda-tanda mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter mata dalam waktu 24 jam untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMUTSinergi Pemprov Sumut, ESDM dan PLN Kejar Target 100 Persen Listrik Desa
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NASIONALMenaker: Pemagangan Nasional Pangkas Kesenjangan Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KOTA MEDANRizky Cahyadi Berbagi Pengalaman dalam Pelatihan Fotografi Dasar Pemko Medan
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
-
KRIMINALMantan Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Aliran Uang BUMN
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANRico Waas Minta Calon Pensiunan ASN Tetap Berkarya
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
PAPUA TERKINISenator Filep Wamafma Terus Perjuangkan Peningkatan Revitalisasi Sekolah di Papua Barat
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
NEWSRumah Dinas Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Akan Ditindak Tegas
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan