Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ablasi Retina: Gejala Awal hingga Kebiasaan Sepele yang Bisa Picu Kebutaan Mendadak

Ablasi retina bisa sebabkan kebutaan mendadak. Kenali gejala, penyebab, dan kebiasaan yang memicu agar bisa dicegah sejak dini.

Ablasi Retina. Ilustrasi. (Foto: istimewa)
Ablasi Retina. Ilustrasi. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - merupakan kondisi serius ketika lapisan retina di dalam mata terlepas dari jaringan pendukungnya. Retina sendiri berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak untuk menghasilkan penglihatan. Ketika lapisan ini terlepas, fungsi penglihatan dapat terganggu secara signifikan.

Jika tidak segera ditangani, berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan permanen bahkan kebutaan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Menariknya, ablasi retina umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, tanda-tandanya sering muncul sebelum kondisi memburuk, di antaranya:

Munculnya bintik hitam atau bayangan melayang (floaters)

Kilatan cahaya di satu atau kedua mata

Penglihatan tiba-tiba menjadi kabur

Seperti ada tirai gelap yang menutupi sebagian pandangan

Gejala-gejala ini merupakan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan. Penanganan cepat sangat menentukan keberhasilan pemulihan.

Penyebab dan Faktor Risiko

Ablasi retina dapat dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:

Penyusutan cairan vitreus di dalam bola mata

Komplikasi penyakit diabetes

Cedera atau peradangan pada mata

Risiko kondisi ini meningkat pada orang yang berusia di atas 50 tahun, memiliki riwayat rabun jauh (miopia), pernah mengalami cedera mata, atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Jenis dan Mekanisme Terjadinya

Secara umum, ablasi retina dapat terjadi karena:

Robekan retina akibat proses penuaan yang menyebabkan cairan vitreus menarik retina

Tarikan jaringan parut yang sering terjadi pada penderita diabetes

Penumpukan cairan di bawah retina akibat peradangan atau benturan

Diagnosis dan Pemeriksaan

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan mata menggunakan alat khusus seperti oftalmoskop. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan tambahan seperti USG mata juga diperlukan untuk melihat kondisi retina secara lebih detail.

Penanganan Ablasi Retina

Penanganan tergantung pada tingkat keparahan kondisi:

Laser atau kriopeksi digunakan jika retina belum terlepas sepenuhnya

Operasi menjadi pilihan utama jika retina sudah terlepas, seperti:

Scleral buckling

Vitrektomi

Pneumatic retinopeksi

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang penglihatan dapat diselamatkan.

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Ablasi Retina

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan berikut dapat meningkatkan risiko ablasi retina:

Membaca di tempat gelap yang memicu rabun jauh

Terlalu lama menggunakan gadget tanpa jeda

Aktivitas dengan risiko benturan pada mata tanpa pelindung

Tidak mengontrol diabetes dengan baik

Kebiasaan tersebut dapat memperburuk kondisi mata dan meningkatkan risiko kerusakan retina.

Pentingnya Deteksi Dini

Ablasi retina memang tergolong jarang, tetapi dampaknya sangat serius. Pemeriksaan mata secara rutin dan kesadaran terhadap gejala awal menjadi kunci utama pencegahan kebutaan.

Jika mengalami tanda-tanda mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter mata dalam waktu 24 jam untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru