Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

​3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

DPR kecam serangan Israel yang tewaskan 3 prajurit TNI UNIFIL. Pemerintah didesak ambil langkah tegas ke PBB

Budisatrio Djiwandono disela-sela wawancara dengan wartawan. (Foto: istimewa)
Budisatrio Djiwandono disela-sela wawancara dengan wartawan. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,​ JAKARTA — Wakil Ketua Komisi I DPR mengecam keras serangan di Selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (), dan mendesak langkah tegas pemerintah.

Tiga prajurit yang gugur Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan menjadi korban dalam dua serangan terpisah.

Satu di antaranya akibat proyektil yang menghantam posisi di Ett Taibe, sementara dua lainnya tewas dalam ledakan yang menyerang konvoi logistik di dekat Bani Haiyyan. 

Fakta bahwa pasukan penjaga perdamaian menjadi sasaran mempertegas kegagalan perlindungan terhadap misi internasional.

Budisatrio secara terbuka menuding serangan yang dilakukan sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional. 

Ia menegaskan, tindakan tersebut tidak hanya melanggar mandat United Nations, tetapi juga merusak legitimasi upaya perdamaian global.

“Serangan terhadap adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. Ini bukan sekadar insiden, tetapi bentuk nyata pengabaian terhadap ,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).

Lebih dari sekadar kecaman, DPR mulai mendorong langkah konkret yang lebih politis dan strategis. Budisatrio menilai pemerintah tidak boleh berhenti pada diplomasi normatif, melainkan harus mengambil posisi yang lebih tegas di panggung internasional, termasuk mendesak sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Menurutnya, tanpa tekanan politik yang kuat, insiden serupa akan terus berulang dan menjadikan sebagai korban konflik yang seharusnya mereka redam. Ia juga menyoroti pentingnya investigasi transparan yang tidak sekadar formalitas, melainkan mampu mengungkap aktor dan rantai komando di balik serangan.

“Jika tidak ada akuntabilitas, maka ini akan menjadi preseden buruk bagi misi perdamaian dunia. Negara tidak boleh lemah dalam membela prajuritnya,” ujarnya.

Di sisi lain, DPR juga menekan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia agar tidak hanya berperan sebagai fasilitator diplomasi, tetapi menjadi aktor aktif dalam menggalang dukungan internasional untuk perlindungan pasukan perdamaian, sekaligus memastikan hak-hak keluarga korban terpenuhi secara maksimal.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait